Marseille mengambil langkah berani untuk membangkitkan musim yang sulit dengan menunjuk Habib Beye sebagai pengganti Roberto De Zerbi. Keputusan ini diambil pada hari Rabu setelah performa tim menurun drastis, termasuk tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal 12 poin dari pemimpin klasemen Lens di Ligue 1.

Beye, mantan pemain internasional Senegal yang pernah berseragam Marseille, langsung memimpin tim dalam pertandingan tandang melawan Brest pada Jumat malam. Klub berharap pelatih berpengalaman ini bisa membawa disiplin, penguasaan bola, dan identitas menyerang yang kuat ke skuad yang sedang goyah.
Kepercayaan Marseille pada Beye juga didasari prestasinya sebelumnya. Ia berhasil membawa Red Star promosi ke Ligue 2 dan sempat melatih Rennes selama satu setengah tahun sebelum dipecat bulan ini. Pengalaman ini membuatnya dianggap mampu menghadapi tantangan tim besar seperti Marseille.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Marseille di Liga
Musim ini Marseille mengalami kesulitan serius. Mereka gagal memenangkan tiga pertandingan liga terakhir, termasuk kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain, yang memicu kekhawatiran para penggemar. Hasil buruk ini membuat harapan untuk meraih gelar Ligue 1 semakin tipis.
Para penggemar berharap Beye bisa mengembalikan moral tim, terutama dengan gaya bermainnya yang fokus pada penguasaan bola dan serangan cepat. Pelatih baru ini harus bekerja cepat agar tim tetap kompetitif, baik di liga domestik maupun di kompetisi piala.
Pemilik klub, Frank McCourt, menekankan pentingnya fokus dan komitmen tim saat Beye mengambil alih. Ia berharap perubahan ini menjadi titik balik musim Marseille.
Baca Juga: Gianni Infantino Dorong Pencabutan Larangan FIFA untuk Rusia
Kembalinya Medhi Benatia

Selain pergantian pelatih, Marseille juga mengalami pergerakan signifikan di manajemen. Direktur olahraga Medhi Benatia kembali ke klub setelah sempat mengundurkan diri beberapa hari sebelumnya, tepat setelah kepergian De Zerbi.
Benatia akan mengawasi semua kegiatan olahraga hingga akhir musim, memastikan dukungan penuh bagi Beye. Kembalinya Benatia memberikan stabilitas tambahan bagi klub yang selama beberapa tahun terakhir kesulitan menemukan kepemimpinan yang konsisten.
Dalam pernyataan resmi, Benatia menyambut baik penunjukan Beye dan menegaskan tujuan klub: memotivasi kembali tim, mengamankan posisi podium Ligue 1, dan mengejar trofi Coupe de France.
Harapan untuk Masa Depan
Marseille berharap kombinasi Beye dan Benatia dapat mengembalikan tim ke jalur kemenangan. Gaya bermain disiplin dan identitas menyerang Beye diyakini mampu meningkatkan performa skuad yang sempat terpuruk.
Para penggemar juga menaruh harapan tinggi agar tim kembali bersaing di level atas Ligue 1, mengingat klub belum memenangkan gelar liga sejak 2010. Beye harus memanfaatkan pengalaman dan karisma kepemimpinannya untuk menghadapi tekanan besar ini.
Jika berhasil, Marseille tidak hanya memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga membangkitkan kembali kepercayaan dan semangat fans setelah periode sulit di lapangan. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballpc.com.
