Manchester United kembali menjadi sorotan jelang bursa transfer musim panas. Namun kali ini, fokus Setan Merah bukan pada perburuan nama besar di lini serang, melainkan pada upaya membenahi fondasi tim. Klub secara tegas memutuskan untuk tidak mengejar Cole Palmer dan memilih mengalihkan perhatian ke sektor yang dianggap lebih krusial.

Manchester United memastikan tidak akan ikut dalam perburuan Cole Palmer pada bursa transfer mendatang. Keputusan ini diambil setelah manajemen menilai harga sang pemain terlalu tinggi dan tidak sejalan dengan kebutuhan tim saat ini. Palmer memang tampil impresif bersama Chelsea, namun posisinya bukan prioritas utama bagi MU.
Manajemen klub menilai sektor serang sudah mendapatkan suntikan besar. Kedatangan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang menelan biaya hampir 135 juta poundsterling dianggap cukup untuk meningkatkan daya gedor tim. Dengan investasi sebesar itu, MU tidak ingin kembali mengeluarkan dana besar untuk posisi yang sama.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Langkah ini menandakan perubahan pendekatan transfer Manchester United. Klub kini lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan berusaha memastikan setiap pembelian pemain benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktis, bukan sekadar nama besar yang menarik perhatian publik.
Alasan Cole Palmer Tak Masuk Rencana
Sebelumnya, Cole Palmer sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester United. Rumor tersebut muncul karena kabar ketidaknyamanan sang pemain di London. Namun isu itu langsung dibantah oleh pelatih Chelsea, Liam Rosenior, yang menegaskan Palmer bahagia bersama The Blues.
Palmer masih terikat kontrak jangka panjang dengan Chelsea dan dianggap sebagai aset utama klub. Dengan durasi kontrak yang panjang, Chelsea sama sekali tidak berada dalam tekanan untuk melepas pemain berusia 23 tahun tersebut. Hal ini membuat peluang transfer semakin kecil.
Bagi MU, mengejar Palmer dinilai tidak realistis. Selain biaya transfer yang bisa mencapai 100 juta poundsterling, gaji tinggi juga menjadi pertimbangan besar. Manajemen memilih bersikap rasional demi menjaga stabilitas finansial klub dalam jangka panjang.
Baca Juga: Casemiro Fokus Tampil Gemilang di United Jelang Piala Dunia
Kebutuhan Mendesak di Lini Tengah

Alih-alih mendatangkan gelandang serang, Manchester United kini memprioritaskan pencarian gelandang bertahan. Posisi ini dianggap vital, terutama karena Casemiro berpotensi hengkang pada akhir musim. Kehilangan pemain berpengalaman di lini tengah tentu membutuhkan pengganti sepadan.
Co-owner Sir Jim Ratcliffe dan CEO Omar Berrada disebut telah melakukan pembahasan intens terkait target di posisi tersebut. Mereka ingin memastikan pemain yang direkrut mampu memberikan keseimbangan antara bertahan dan membangun serangan.
Beberapa nama seperti Adam Wharton, Elliot Anderson, dan Carlos Baleba masuk dalam radar. Meski memiliki kualitas menjanjikan, harga ketiganya juga cukup tinggi. Karena itu, MU tetap berhati-hati agar tidak mengulang kesalahan transfer mahal di masa lalu.
Strategi Jangka Panjang Setan Merah
Keputusan Manchester United untuk tidak mengejar Cole Palmer mencerminkan perubahan strategi klub. Setan Merah kini lebih fokus membangun tim secara bertahap dengan perencanaan matang, bukan belanja impulsif yang berisiko.
Situasi klub yang belum pasti tampil di Liga Champions musim depan juga memengaruhi daya tarik dan kekuatan finansial MU. Kondisi ini memaksa manajemen untuk lebih selektif dalam memilih target transfer.
Rencana melepas Marcus Rashford dengan nilai relatif rendah semakin menegaskan adanya penyesuaian besar dalam struktur skuad dan keuangan. Dengan pendekatan baru ini, Manchester United berharap bisa kembali kompetitif dan stabil dalam jangka panjang, baik di dalam maupun luar lapangan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballpc.com.
