Kabar ketertarikan Liverpool terhadap Morgan Rogers sempat ramai diperbincangkan beberapa bulan terakhir. Penyerang Aston Villa ini disebut masuk radar The Reds sebagai opsi tambahan di lini depan, terutama menyusul ketidakpastian masa depan Mohamed Salah.
Rogers tampil impresif sejak bergabung dengan Aston Villa pada awal 2024. Konsistensi performanya di Premier League membuat namanya mulai diperhatikan klub-klub besar Eropa. Ia mencetak delapan gol dan lima assist musim ini, serta beberapa kali menjadi penyelamat timnya.
Namun, di tengah meningkatnya minat beberapa klub, Liverpool justru mengambil sikap berbeda. Laporan terbaru menyebutkan bahwa The Reds telah mendinginkan ketertarikan mereka pada pemain berusia 22 tahun ini. Klub bahkan membantah membuka pembicaraan dengan agen Rogers, menandakan langkah hati-hati dalam perburuan transfer.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Alasan Liverpool Menahan Minat
Meskipun performa Rogers solid, terdapat pertimbangan taktis yang membuat Liverpool menahan diri. Pemain asal Inggris ini lebih sering bermain sebagai sayap kiri atau gelandang serang nomor 10. Posisi-posisi itu saat ini telah terisi oleh pemain andalan.
Di sisi kiri, Cody Gakpo menjadi pilihan utama Arne Slot, sementara Florian Wirtz mengisi peran gelandang serang. Jika Rogers dipaksakan bermain di posisi lain, misalnya flank kanan, efektivitas permainannya bisa menurun. Hal ini menjadi salah satu alasan Liverpool tidak ingin terburu-buru menambah pemain yang kurang sesuai skema.
Selain itu, keberadaan pemain lain seperti Federico Chiesa dan Rio Ngumoha juga membuat slot di lini depan semakin terbatas. Liverpool cenderung fokus mencari pemain yang dapat beradaptasi dengan cepat dan langsung memberikan dampak maksimal.
Baca Juga: Pertukaran Marc Cucurella Bisa Bawa Julian Alvarez ke Chelsea
Celah Terbatas bagi Rogers
Satu-satunya posisi yang mungkin terbuka bagi Rogers adalah sisi kanan lini depan. Namun, memindahkan Rogers ke posisi ini bukan pilihan ideal karena bisa mengurangi kualitas permainan dan potensi terbaiknya. Arsenal pun pernah menghadapi dilema serupa saat mencoba menyesuaikan pemain sayap di sisi yang kurang familiar.
Liverpool juga harus mempertimbangkan strategi jangka panjang. Pemain yang dibawa harus cocok secara taktik dan bisa menambah dimensi baru dalam serangan. Jika salah langkah dalam memilih, risiko merusak keseimbangan tim akan meningkat.
Selain itu, tekanan untuk menjaga performa di Liga Champions dan Premier League membuat manajemen tidak ingin mengambil risiko transfer yang salah. Rogers memang berbakat, tetapi kesesuaian dengan sistem Slot menjadi kriteria penting.
Opsi Alternatif yang Lebih Cocok
Liverpool disebut lebih memprioritaskan opsi lain yang dinilai lebih cocok dengan kebutuhan tim. Salah satu kandidat adalah Yan Diomande dari RB Leipzig. Pemain 19 tahun ini dianggap memiliki potensi besar untuk mengisi posisi flank kanan jika Mohamed Salah hengkang.
Diomande bahkan secara terbuka menyatakan kekagumannya pada Liverpool. Kemampuan fisik, kecepatan, dan fleksibilitasnya membuatnya cocok dengan sistem dua penyerang yang diterapkan Slot.
Dengan pertimbangan tersebut, Liverpool tampaknya lebih fokus pada pemain yang siap langsung memberikan dampak di sisi sayap kanan. Langkah ini sekaligus menjaga keseimbangan lini depan dan meminimalisir risiko adaptasi yang lambat. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballpc.com.
