Casemiro kini memasuki fase penting dalam kariernya menjelang Piala Dunia 2026. Gelandang veteran asal Brasil ini ingin membantu Manchester United kembali lolos ke Liga Champions sekaligus memastikan penampilan maksimal bersama tim nasional di turnamen dunia.

Selain itu, Casemiro juga mulai menatap peluang klub baru setelah kontraknya berakhir di akhir musim. Meski berusia 33 tahun, pengaruh Casemiro di lini tengah United tetap besar. Pengalaman dan ketenangannya terbukti membantu tim menghadapi laga-laga krusial, termasuk kemenangan atas Manchester City dan Arsenal.
Duetnya dengan Kobbie Mainoo menjadi sorotan karena mampu menjaga keseimbangan tim saat menghadapi tekanan lawan. Peran Casemiro tetap menjadi faktor penentu bagi United di sisa musim ini. Meskipun kepergian dari Old Trafford sudah diumumkan, kontribusinya tetap vital untuk menjaga performa tim dan meraih hasil positif hingga akhir musim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pilar Pengalaman di Lini Tengah
Casemiro bukan hanya pemain biasa bagi United, melainkan sosok senior yang memberi ketenangan dan kontrol di tengah lapangan. Kehadirannya membantu tim tetap solid dalam pertandingan besar, di mana keputusan cepat dan pengalamannya sangat dibutuhkan.
Pelatih Michael Carrick menegaskan bahwa Casemiro akan terus menjadi andalan hingga akhir musim. Contohnya terlihat dalam kemenangan 3-2 atas Arsenal, di mana gelandang Brasil itu kembali mengisi starting XI dan membantu United menutup laga dengan performa matang.
Ketenangan Casemiro di lini tengah juga membantu pemain muda seperti Kobbie Mainoo berkembang. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, Casemiro memastikan transisi permainan tetap stabil meskipun United menghadapi lawan tangguh.
Baca Juga: Messi dan Inter Miami Memulai Pramusim dengan Kekalahan Telak dari Alianza Lima
Konsistensi Menjelang Perpisahan

Kebugaran dan konsistensi Casemiro menjadi kunci bagi arah sisa musim United. Sejak datang dari Real Madrid pada 2022, ia menjadi salah satu pengaruh terbesar di ruang ganti, memimpin tim dengan contoh di lapangan maupun di luar lapangan. Rencana perpisahan Casemiro diumumkan sejak awal musim ini.
Banyak suporter merasa kehilangan, terutama karena kontribusi dan kepemimpinannya sangat terasa dalam tim. Kepergiannya di akhir musim menandai akhir dari pengabdian empat tahun yang penuh prestasi. Meski begitu, Casemiro tetap fokus pada sisa musim ini. Ia menegaskan bahwa setiap penampilan penting untuk menjaga konsistensi dan meninggalkan kesan positif sebelum meninggalkan klub.
Piala Dunia 2026 Jadi Target Utama
Casemiro menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Ia akan berusia 34 tahun saat turnamen dimulai dan berharap tampil maksimal bersama Brasil, setelah sebelumnya ikut di Rusia 2018 dan Qatar 2022. Kedekatannya dengan Carlo Ancelotti menjadi modal tambahan untuk tetap menjadi kapten tim nasional.
Dalam wawancara dengan ESPN, Casemiro menegaskan hubungannya antara performa di klub dan peluang tampil di Piala Dunia. “Untuk bisa tampil baik di Piala Dunia, saya harus bermain baik di United,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa turnamen dunia selalu menjadi impian dan motivasi utama setiap harinya.
Dengan fokus di United dan persiapan matang untuk Brasil, Casemiro berharap bisa menutup karier internasionalnya dengan penampilan gemilang. Musim ini menjadi fase krusial bagi gelandang veteran untuk membuktikan bahwa pengalaman tetap bisa bersinar di level tertinggi. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballpc.com.
